Amar Makruf dan Nahi Munkar



وَلتَکُن مِنکُم أُمَّةٌ یَدعُونَ إِلِی الخَیرِ وَ یَأمُرُونَ بِالمَعرُوفِ وَیَنهَونَ عَنِ المُنکَرِ وَ أُولَئِ هُمُ المُفلِحُونَ.
“Hendaknya ada dari kalian sekelompok ummat yang menyerukan kepada kebaikan dan memerintahkan untuk melaksanakan perkaya yang layak dan mencegah dari keburukan dan mereka itulah yang menang” (Qs Al-Imran/104).Setiap manusia bertanggung jawab terhadap perbuatan baik dan buruk person masyarakat, dengan demikian jika terjadi pengabaian perkara-perkara wajib, atau perkara haram berlaku, maka berdiam diri dan tidak peduli terhadapnya tidak diperbolehkan, dan hendaknya seluruh anggota masyarakat wajib menegakan kewajiban dan menghalangi keharaman,amalan ini disebut amar markuf dan nahi mungkar.

Pentingnya Amar makruf dan Nahi mungkarDari sebagian sabda para Imam maksum alaihimu-salam demikian artinya: “Amar makruf nahi mungkar adalah dari paling penting dan mulianya kewajiban”. (kitab Al-kafi/ j4/ h55)., “Kewajiban-kewajiban agama mampu bertahan disebabkan adanya Amar makruf dan nahi mungkar”.(K.Wasa’ilul-Syiah/j11/h394) , “Jika masyarakat meninggalkan Amar makruf nahi mungkar, maka person-person yang tidak layak akan berkuasa di atas mereka dan doa-doa tidak lagi terkabulkan”.
(K.Nahjul-Balagah/surat47).

Definisi Makruf dan Mungkar:
Dalam hukum agama Islam, seluruh kewajiban dan perkara-perkara mustahab/sunah disebut Makruf dan seluruh keharaman dan perkara makruh disebut Mungkar, dengan demikian mengajak setiap masyarakat untuk melakukan kewajiban dan mustahab disebut Amar kepada Makruf dan mencegah mereka dari pekerjaan haram dan makruh disebut Nahi dari Mungkar. Hukum Amar makruf nahi mungkar adalah Wajib kifayah, yang berarti; Jika sebagian anggota masyarakat telah dapat melaksanakan–dengan kecukupannya-, maka gugurlah kewajiban itu bagi yang lain, dan jika seluruh anggota masyarakat meninggalkannya dengan keadaan memiliki syarat-syarat untuk menunaikannya maka semua mereka berdosa karena meninggalkannya. Amar Makruf Nahi Mungkar diwajibkan dengan adanya beberapa syarat-syarat yang terkait,dengan demikian ketika tidak memenuhi syarat maka taklifpun gugur.
Syarat-syarat Amar Makruf Nahi Mungkar:
1. Pelaksana Amar Makruf Nahi Mungkar hendaknya mengetahui perkara munkar (haram) yang dilakukan dan perkara ma'ruf (wajib) yang ditinggalkan oleh orang lain, jadi orang yang tidak mengetahui perbuatan haram yang dilakukan atau perkara wajib yang ditinggalkan oleh orang lain maka tidak wajib melaksanakan Amar Makruf Nahi Mungkar terhadapnya.
2. Pelaksana Amar Makruf Nahi Mungkar mengetahui kemungkinan ada kesan bagi objeknya, oleh karena itu jika ia tidak mengetahuinya maka tidak wajib untuk mejalankan Amar Makruf Nahi Mungkar terhadapnya.
3. Pelaku dosa (munkar) diketahui berkeinginan untuk melanjutkan perbuatan dosanya, dari itu jika diketahui atau disangka atau adanya kemungkinan yang besar sipelaku dosa akan meniggalkan atau ia setuju untuk tidak melakukannya lagi, maka tidak wajib beramar makruf nahi mungkar terhadapnya.4. Pelaksanaan Amar Makruf Nahi Mungkar hendaknya tidak membawa bahaya bagi jiwa, kehormatan atau harta secara nyata baik berkaitan dengan diri pelaksana Amar Makruf Nahi Mungkar atau bagi kerabat dekat, penolong, orang-orang yang bersama dengannya atau para mukmin lain.Amar makruf nahi mungkar dilakukan secara tahap-demi tahap, dari yang ringan hingga yang berat, apabila tahap yang ringan dianggap dapat membawa hasil maka pelaksanaannya dengan tahap berikut tidak diperbolehkan.

TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR
Pertama:
Dengan pelaku maksiat hendaknya diberi kefahaman bahwa dengan sebab dia (pelaku) melakukan dosa demikian, maka akan diperlakukan demikian – amar ma'ruf nahi munkar-, seperti memalingkan muka darinya atau dengan wajah marah berdepan dengannya atau tidak pergi dan datang kepadanya.Kedua: Amar dan Nahi dilakukan dengan ucapan mulut yaitu kepada orang yang meninggalkan kewajiban diperintah supaya melakukan kewajibannya dan kepada pelaku dosa diperintahkan supaya meninggalkan prilaku dosa itu.Ketiga: Amar makruf nahi mungkar dengan menggunakan tindakan keras/paksaan* (menurut pandangan marjaiat Al-Imam Sayyed Ali Khamenei (hf): Dengan memperhatikan peringkat ketiga ini hanya dapat dilaksanakan ketika berdirinya pemerintah Islam karena memiliki aparat keamanan yang berkuasa seperti Lembaga kehakiman, kepolisian dan penjara, khususnya berkenaan dengan mencegah mungkar yang bergantung pada menggunakan harta sipenjenayah atau perlu adanya sangsi atau dia dipenjarakan, oleh karena itu bagi para mukalaf secara umum hanya diwajibkan melaksanakan Amar makruf Nahi mungkar dalam dua tahap pertama saja, jika tidak ada kesan dan dianggap perlu adanya tindakan paksaan maka hal ini diserahkan kepada kepolisian atau kehakiman. (Ajwibaul- istiftaa’at, j1 h337 msl 190).

PENJABARAN HUKUM AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR
Setiap mukalaf (seorang yang sudah terkena taklif –kewajiban agama: bagligh, berakal) Wajib mempelajari syarat-syarat Amar makruf Nahi Mungkar dan berbagai hal berkenaan dengannya supaya tidak salah dalam melaksanakannya.Jika diketahui pelaksanaan Amar Makruf Nahi Mungkar tidak akan berkesan tanpa adanya nasehat dan permohonan yang penuh sopan, maka wajib membarengkannya dengan nasihat dan permohonan yang penuh sopan. Demikian juga jika diketahui akan dapat berkesan dengan permohonan yang sopan saja (tanpa ada ucapan amar dan nahi) maka wajib melakukan hal itu.Jika diketahui atau diberi kemungkinan bahwa Amar dan Nahi akan dapat berkesan jika diadakan berulang-ulang maka wajib diulang-ulang. Maksud dari berkeinginan dalam berbuat dosa - yang disebut sebagai syarat ketiga diatas-, bukan melakukan perbuatan dosa itu sekali lagi atau mengulangnya pelaksanaan perbuatan dosa itu sendiri, walaupun satu kali berikutnya ia ingin lakukan, seperti jika seseorang telah meninggal satu kali shalat wajib, dan pada kali berikutnya ia hendak meninggalkannya lagi maka wajib melaksanakan Amar Makruf terhadapnya.Dalam pelaksanaan Amar makruf Nahi mungkar tidak diperbolehkan melukai dan melakukan pembunuhan terhadap pelaku maksiat tanpa izin hakim syar’i, kecuali kemungkaran yang dibuatnya sebagai perkara yang sangat penting (urgen) menurut Islam; seperti seseorang hendak membunuh orang yang tidak berdosa, untuk mencegahinya tidak mungkin tampa melukainya.Dalam pelaksanaan Amar makruf Nahi mungkar tidak disyaratkan dengan niat qurbat (untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt), namun maksud dari kewajiban ini adalah terlaksananya makruf dan tertinggalkannya kemungkaran, tetapi kalaupun dibarengi dengan niat qurbat maka akan mendapat dua pahala.Dalam menegakan kewajiban Amar makruf dan Nahi mungkar tidak ada perbedaan antara dosa besar dan dosa kecil, jadi terhadap pelaku dosa kecil juga wajib melasanakan Nahi mungkar.Jika seseorang berniat melakukan pekerjaan haram, lalu dia memulainya dengan melakukan perkara-perkara pengantarnya (pendahuluan sebelum tindakan asli: munkar), maka jika mukalaf:*.
Mengetahui perkara-perkara pengantar itu dapat terlaksanakannya pekerjaan haram, maka wajib mencegahnya.*.
Mengetahui dengan perkara-perkara pengantar itu pelaku munkar tidak dapat melakukan pekerjaan haram, maka tidak wajib Nahi terhadapnya, kecuali perkara-perkara pengantar itu sebagai kemungkaran juga, atau keberanian melakukan haram berupa maksiat, maka wajib dihalang.*. Tidak mengetahui dengan melakukan perkara-perkara pengantar itu ia akan berhasil melakukan pekerjaan haram atau tidak, maka tidak wajib Nahi terhadapnya, kecuali perkara-perkara pengantar itu sebagai kemungkaran juga, atau keberanian melakukan haram berupa maksiat, maka wajib dihalang.Jika mukalaf mengetahui atau memberikan kemungkinan bahwa pelaksanaan Amar makruf Nahi mungkarnya akan dapat berpengaruh jika dilaksanakannya secara berkelompok (bukan sendirian) dan jika sipenjenayah melakukan jenayah secara nyata didepan umum, maka boleh bahkan wajib melaksanakan Nahi terhadapnya secara berkelompok, dan jika tidak terang-terangan maka berdasarkan ikhtiat wajib tidak diperbolehkan melakukan Nahi secara berkelompok. Jika mukalaf mengetahui pelaksanaan Amar makruf nahi mungkar terhadap sipelaku dosa dapat berkesan melalui seseorang yang lain, maka wajib meminta orang itu untuk melakukannya. Jika kesan Amar makruf Nahi mungkar bergantung pada melakukan keharaman atau meninggalkan kewajiban, maka tidak diperbolehkan melakukan Amar makruf nahi mungkar, kecuali objek Amar makruf nahi mungkar itu berupa perkara yang sangat penting yang Allah swt tidak ridho jika tidak melanggarinya, tetapi untuk mencegahnya menyebabkan terlaksananya perkara yang tidak seberapa penting seperti untuk mencegah terbunuhnya seseorang yang tidak berdosa memerlukan masuk kerumah orang tampa izin.
ADAB AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR
Selayaknya orang yang akan mengajak kepada makruf dan mencegah dari mungkar memiliki adab-adab sbb:Ikhlas dalam niat melakukannya hanya untuk keredhaan Allah swt dan bersih dari segala mencari kelebihan diri.Seperti seorang dokter yang penuh kasih-sayang dan sebagai bapak yang penyayang.Tidak juga merasa (dirinya) suci,karena mungkin orang yang sekarang melakukan kesalahan itu, mempunyai sifat yang baik yang menyebabkan kasih Allah padanya, walaupun amal yang tengah dilakukannya itu menyebabkan kemarahan Allah swt.
Artikel Ahkam Amar Makruf Nahi Mungkar ini dinukil dari kitab: “Pelajaran Ahkam” sesuai dengan fatwa Al-Imam Al-Khumaini ra dan fatwa para marja besar Islam lainnya.[IM/SI]

Friday, April 24, 2009

perjumpaan di Putra jaya

Thursday, April 9, 2009

Barisan Kekanda - kekanda

dianrata abang-abang Long dan kakak Long bergambar kenangan bersama Ayahanda-ayahanda.

Tuesday, March 31, 2009

keluarga MJC 2004


sebagai kenangan yang lalu di majlis sualkenal bersama ayahanda lan gajah, ayahanda pak tam ya, ayahanda syed husain, ayahanda zami ismail dan ayahanda zul.

Tuesday, March 17, 2009

sebahagiannya keluarga MJC

sebahagian jemaah MJC
kekanda Ramli Kuang dan adik-adik bersama Ayahanda

Kekanda Bakar KLCC / Bandar Tun Razak bersama adik-adik
Kekanda Bob setapak bersama adik-adik

Kekanda Zahir kampung melayu subang bersama adik-adik

semuanya keluarga MJC

Monday, March 2, 2009

Mesyuarat PAPIM di Adamson Hotel


mesuarat tertingi AJK PAPIM di adakan di Adamson Hotel kuala lumpur pada 28 feb 2009 , membincangkan majlis yang akan diadakan di Perak sebelum 17 march 2009 nanti. juga banyak hal berbangkit di bincangkan. sepeti pengedaran setiker kereta yang dapat dikesan penyalahan guna. dimana pehak AJK PAPIM belum melulskan lagi untuk kegunaanya.

Thursday, February 19, 2009

Hijrah Membentuk Peribadi Mulia

يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِي
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka ini mengharap rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(Al-Baqarah :218)

Pengajaran Ayat:

1. Hijrah dan Jihad di jalan Allah adalah syarat untuk mencapai iman yang sempurna.

2. Hijrah terbagi dua: Hijrah Fisikal dan Hijrah Mental/Sikap.

3. Jihad di jalan Allah maknanya usaha bersungguh-sungguh untuk mendapat keredhaan Allah.

4. Iman, Hijrah, Jihad menjadi syarat utama untuk mendapat Rahmat Allah (Kasih sayang Allah).


وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(An-Nisaa: 100)

Pengajaran Ayat:

1. Siapa yang sanggup berhijrah (fisikal atau mental) akan dimurahkan rezkinya dan mendapat kehidupan yang lebih selesa.

2. Orang yang mati ketika sedang dalam usahanya berhijrah kepada Allah dan RasulNya (mentaati Allah dan RasulNya) maka ia akan mendapat ganjaran pahala yang sempurna walaupun penghijrahannya itu belum sempurna sepenuhnya.

أَفْضَلُ الْمُهَاجِرِيْنَ مَنْ هَجَرَ مَانَهَى اللهُ عَنْهُ (رواه مسلم)
Sebaik-baik orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.

[HR Muslim]

Pengajaran Ayat:

1. Hijrah yang paling afdhal ialah Hijrah mental atau Hijrah Sikap iaitu meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah.

2. Maksiat terbagi dua:

- Melanggar larangan Allah
- Meninggalkan suruhanNya.

Jadi hijrah sikap mendorong kita agar meninggalkan maksiat-maksiat tersebut iaitu apakah maksiat itu dalam bentuk melanggar laranganNya atau meninggalkan suruhanNya.

Kesimpulannya:

1. Hijrah Fisikal iaitu perpindahan tubuh badan dari suatu negeri ke negeri lain hukumnya tergantung kepada keadaan. Kadang-kadang hukumnya menjadi wajib jika ia berada pada suatu negeri yang menghalang ia beribadat dan melaksanakan syare’at Allah.

2. Hijrah Mental atau Hijrah Sikap iaitu meninggalkan apa saja yang dilarang Allah adalah wajib kerana meninggalkan maksiat dituntut sentiasa oleh agama kepada setiap individu atau setiap diri.

3. Islam adalah Cara Hidup. Ia bukan hanya terbatas pada ibadah seperti solat, puasa, haji tetapi mencakupi semua sudut kehidupan. Oleh ituumat Islam dituntut agar sentiasa menyesuaikan tingkah lakunya dengan ketentuan agama dalam semua bidang seperti bidang pergaulandan cara berpakaian, mencari rezki dan lain-lain.

4. Umat Islam pada zaman awal keIslaman menjadi kuat dan digeruni oleh pihak musuh kerana meeka sanggup berhijrah sepenuhnya kepada Allah dan RasulNya. Dengan kata lain: Sanggup meninggalkan segala budaya dan adat isti’adat yang bercanggah dengan ajaran Islam dan mengambil sepenuhnya ketetapan Allah dan RasulNya.

5. Hijrah menjadi pra-syarat untuk mendapat Rahmat Allah. Dan dengan Rahmat Allah manusia akan hidup bahagia di dunia dan di akhirat.

Kaffarat Melanggar Sumpah
15 Ogos 2007 Ustaz Dr. Abdullah Yasin


(سورة المائدة)

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٨٩)



Terjemahan:

(89) Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka kaffarat (melanggar) sumpah ialah memberi makan sepuluh orang miskin, iaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumNya agar kamu bersyukur (kepadaNya).

(Al-Maaidah 5:89)



Sebab Turun Ayat:

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir daripada Ibnu Abbas (ra) katanya: Ketika turun ayat 87 Surah Al-Maidah (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas), lalu kaum yang dulunya telah mengharamkan ke atas diri mereka menggauli isteri-isteri mereka dan mengharamkan ke atas diri mereka dari makan daging, mereka bertanya: Ya Rasulallah, apakah yang kami patut lakukan terhadap sumpah-sumpah yang telah kami ucapkan itu? Maka turunlah ayat di atas (Al-Maaidah 5:89).

Tafsiran Ayat:

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah)

Maksudnya: Allah tidak akan menghukum kamu disebabkan sumpah yang kamu ucapkan sedangkan kamu tidak bermaksud bersumpah, seperti kata seseorang yang tidak bermaksud sumpah: Tidak, demi Allah; Memang betul, demi Allah. Kata-kata sumpah yang tidak bermaksud sumpah seperti ini tidak ada hukumannya, iaitu di dunia tidak perlu dikaffarat, dan di akhirat tidak akan disiksa oleh Allah. tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja

Maksudnya: Tetapi Allah akan menghukum kamu jika sumpah yang kamu ucapkan itu benar-benar dengan maksud sumpah dan kamu bertekad akan melaksanakannya lalu kamu langgar ketetapan sumpah itu.

Friday, February 13, 2009

Akidah benteng ingati kebaikan, kebenaran

SALIM mendengar Abu Hurairah mengatakan bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Nanti akan dilenyapkan ilmu pengetahuan, akan bermaharajalela penzinaan dan kejahatan serta banyak haraj.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah haraj itu ya Rasulullah?” Jawab baginda, “Begini!” (Nabi memberi syarat dengan tangan beliau seolah-olah menggambarkan terjadinya suatu pembunuhan.” (Riwayat al-Bukhari)
Arus pembangunan dan kemajuan pesat yang berlaku dewasa ini, umat Islam menghadapi krisis kebejatan moral yang amat membimbangkan iaitu ramai seolah-olah sudah lupa pada akhirat.Pelaku kejahatan bukan hanya terdiri daripada kalangan dewasa saja, namun anak yang belum dewasa, ibu, bahkan orang yang sudah lanjut umurnya.Perkara seperti itu perlu diberi perhatian serius umat Islam kerana Allah SWT akan menimpa bala dan laknat-Nya disebabkan maksiat dilakukannya itu di mana ia akan mengenai seluruh manusia.Apa yang dinyatakan Rasulullah SAW dalam hadis Baginda sudah pun berlaku di dalam realiti kehidupan kita pada hari ini. Ilmu diangkat atau disisihkan.Ilmu yang dimaksudkan ialah ilmu agama atau ilmu syarak yang boleh memandu umat Islam kepada kebenaran, ilmu yang boleh menyelamatkan mereka daripada azab api neraka di akhirat kelak.Ulama yang takut kepada Allah SWT, yang memuliakan sifat zuhud dan warak semakin berkurangan dan berlaku pembunuhan di sana sini.Oleh itu, bagi menghadapi keadaan akhir zaman ini, umat Islam perlu berhati-hati agar tidak terjerumus dalam kemungkaran. Benteng pertahanan aqidah perlu diperkuat dan diperkemaskan supaya tidak mudah terpedaya selain menerapkan konsep amar makruf nahi munkar serta saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.

Monday, February 9, 2009

Penyampaian SIJIL kepada Abang Ngah oleh Ayah Halim

Thursday, February 5, 2009

Penyampaian SIJIL kepada Abang Chik oleh Ayah Zul Keramat

Thursday, January 29, 2009

Gugur sebagai syuhada " SYAAHID "

SYAHID! Adakah jiwa anda bersemangat apabila mendengar perkataan itu atau gentar ketakutan?Apapun perasaan anda, yang pasti ramai Muslim yang syahid, sama ada ketika berjuang membela agama dan tanah air di perbatasan atau menjadi mangsa korban di rumah dan tempat awam seperti rakyat Palestin hari ini Sejarah membuktikan bukan sedikit orang Islam yang gugur sebagai syahid terutama melalui perjuangan menentang golongan kafir.Dalam perjuangan peringkat awal kebangkitan Islam seperti perang Badar, 14 orang gugur, perang Uhud (71), perang Khandak/Ahzab (6), perang Khaibar (21), perang Muktah (12) serta perang Hunain dan Taif (16).Dalam perang Uhud, seorang lelaki Quraisy yang juga bapa saudara Rasulullah s.a.w, Hamzah bin Abd Mutalib, gugur syahid.Orang pertama gugur syahid dalam Islam ialah Sumayyah binti Khayyat, ibu kepada Ammar bin Yasir yang mati kerana mempertahankan agama Allah di tangan pemuda Quraisy Makkah, Abu Jahal. Golongan beriman yang gugur sebagai mati syahid sebenarnya hidup di sisi Allah seperti dinyatakan pada ayat 169, surah Ali Imran, maksudnya: "Dan, jangan sekali-kali engkau menyangka orang yang terbunuh pada jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki."Ganjaran pahala dikurniakan Allah kepada orang yang berjuang di jalan Allah sangat besar dan tidak ternilai, bahkan keistimewaan yang diberikan kepada mereka tidak ada tolok bandingnya.Mereka dijanjikan dengan kegembiraan, kemenangan yang besar dan syurga seperti yang dapat dilihat pada ayat 111, surah at-Taubah.Darah syahid yang keluar mengalir dari tubuh mereka adalah suci. Darah itulah yang akan menjadi tebusan untuk mereka mencapai kebahagiaan hidup di akhirat di samping keharuman nama mereka sebagai pahlawan yang sentiasa dikenang.Istilah syahid berasal daripada perkataan Arab. Secara literal ia bermaksud saksi. Dalam bahasa Inggeris perkataan 'martyr' bagi merujuk orang yang mati syahid. Al-Quran ada menggambarkan syahid sebagai mati golongan beriman dalam perjuangan agama dan kebenaran, sekali gus membezakannya dengan kematian orang kafir seperti pada ayat 140, dari surah Ali Imran, maksudnya: "Jika kamu (dalam peperangan Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (musyrik) itu mendapat luka yang sama (dalam peperangan Badar). "Dan, itulah keadaan hari-hari, Kami gilirkan dia antara sesama manusia (supaya menjadi pengajaran) dan supaya nyata apa yang diketahui Allah tentang orang beriman (dan sebaliknya) dan supaya Allah jadikan sebahagian di antara kamu orang yang mati syahid. Dan Allah tidak suka kepada orang yang zalim."Pada tempat yang lain syahid diterjemahkan sebagai saksi, misalnya saksi terhadap kebenaran (al-Baqarah:143) dan saksi dalam urusan kewangan (al-Baqarah:282). Istilah syahid sebagai mati pada jalan kebenaran ada juga digambarkan pada hadis seperti dalam Sahih al-Bukhari, menyatakan Muslim yang terbunuh mempertahankan hartanya.Ulama ada menyebut syahid terbahagi kepada dua iaitu jenis iaitu gugur syahid berperang dan tidak berperang. Mereka yang mati berperang pula dikategorikan syahid dunia dan akhirat (mati dalam peperangan kerana ikhlas menegakkan Islam) dan syahid dunia (mati dalam peperangan dengan tujuan utama membolot harta rampasan di samping berperang menegak agama Islam.)Golongan syahid tidak wajib disolatkan dan dimandikan sekalipun berada dalam hadas kecil atau besar. Perkara itu seperti arahan Rasulullah ke atas syuhada perang Uhud.Sabda baginda maksudnya: "Jangan kamu mandikan mereka kerana setiap luka dan darah itu adalah wangi semerbak pada hari kiamat dan tidak usah solat ke atas jenazah mereka."Mati dalam kebakaran, beranak, penyakit, mempertahankan harta, membela diri dan mati ketika bersiap untuk berperang juga dikategorikan syahid.Orang yang bercita-cita mati syahid, tetapi mati di tempat tidur juga dianggap syahid seperti hadis diriwayatkan Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah, yang bermaksud: Daripada Sahl bin Hanif r.a bahawa Rasulullah bersabda: "Sesiapa yang mengharapkan daripada Allah mati syahid dengan hati yang benar (jujur dan ikhlas), nescaya akan diletakkan Allah kedudukannya di tempat kalangan syuhada sekalipun ia mati di atas tempat tidurnya." dianggap sebagai mati syahid kerana niat suci itu.

Thursday, January 8, 2009

7 jenis wajah mayat di dalam kubur

7 jenis wajah mayat di dalam kubur

1. Mayat yang mukanya berpaling dari arah kiblat. Itulah petanda bahawa semasa hidupnya telah melakukan perkara syirik kepada Allah. Kawan-kawan syirik ini jangan buat main-main, dosa yang paling besar dalam Islam. Kekal dalam neraka selama-lamanya.

2. Mayat yang mukanya berbentuk babi. Itulah petanda semasa hidupnya tidak melakukan solat lima waktu, tidak menjaga solat lima waktu. Lalai dalam solatnya. Sesungguhnya solat dapat mencegah diri dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji dan mungkar ini banyak, bukan hanya berduaan ditempat gelap, minum arak, berjudi sahaja. Tak tutup aurat juga perbuatan keji. Bayangkanlah sejak dari baligh lagi kawan-kawan tak pernah tutup aurat, berapa banyak dosa yang telah dikumpulkan. Siksa api neraka amat pedih oii.... Kalau kawan-kawan nak tahu bagaimana rasa 1/70 bahang (kalau tak silap) api neraka kawan-kawan cubalah cucuh hujung jari kawan-kawan dengan api, macam mana rasanya? Boleh tahan tak?

3. Mayat yang kepala menjadi batu yang hitam legam. Itulah mayat yang semasa hidupnya derhaka kepada kedua ibu-bapa.

4. Mayat yang perutnya buncit dan meletup. Itulah mayat yang semasa hidupnya suka makan harta yang haram. Harta yang haram banyak contohnya. Antaranya mencuri... harta yang haram. Merompak... harta haram. Melesapkan duit kawan... harta yang haram.

5. Mayat yang kukunya mengcengkam dan meliliti seluruh tubuhnya. Itulah mayat yang semasa hidupnya suka berkelahi, mengata orang dan mengumpat orang.

6. Mayat yang keluar mata air dari kuburnya dan air itu baunya lebih busuk dari bangkai. Itulah mayat orang yang suka makan riba'.

7. Mayat yang wajahnya tersenyum Itulah mayat yang semasa hidupnya berilmu dan beramal soleh.

Monday, December 15, 2008

Doa kita bila di makbulkan Allah

“Bila Allah cepat makbulkan Doamu, Maka DIA Menyayangimu, Bila DIA Lambat Makbulkan doamu, Maka DIA Ingin Mengujimu, Bila DIA Tidak Makbulkan Doamu, Maka Dia Merancang Sesuatu Yang lebih Baik Untukmu. Oleh itu, Sentiasalah Bersangka Baik Pada ALLAH Dalam Apa Jua Keadaan Pun… Kerana Kasih sayang ALLAH Itu Mendahului KemurkaanNya…”

Bila direnung ayat ini, terasa tenang. Tidak lagi terfikir apa yang kita terlalu harapkan akan benar-benar dapat kita kecapi. Allah telah aturkan hikmah dalam setiap takdir dan ketentuanNya. Tapi kita tidak mengetahui apakah itu yang terbaik buat kita atau mungkin hanya baik untuk tempoh sekejap sahaja. Namun hakikatnya hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui.

Hidup mesti diteruskan dengan apa cara sekalipun. Kita tidak boleh mudah berputus asa. Orang-orang beriman itu harus redha dan sabar. Untuk mendapat kebahagiaan memerlukan pengorbanan. Oh Tuhan..tabahkanlah hatiku. Betulkan langkahku, dan berilah aku pedoman ke jalan yang Engkau redhai..amin.

> Cara Tidur _ Sunah Rusullah

Seorang yang berusia 60 tahun akan menghabiskan masa lebih kurang 20 tahun untuk tidur.Sekiranya dia tidur mengikut Sunnah Rasullullah saw, maka tidurnya akan jadi ibadat.Allah swt hanya akan terima ibadat yang dilakukan dengan ikhlas.Tidur adalah ibadat yang paling ikhlas. Seseorang tidak perlu dipaksa atau terpaksa untuk tidur. Ganjaran Allah swt untuk orang yang amalkan Sunnah sangat besar.Satu Sunnah yang diamalkan berterusan akan diberi ganjaran 100 pahala mati syahid, sedangkan satu

pahala mati syahid sudah cukup untuk menjamin seseorang untuk masuk syurga. Di dalam tidur sendiri ada banyak Sunnah.Sebaliknya, jika seseorang tidur cara selain dari cara Nabi SAW,dia hanya akan dapat kerehatan..

Antara Sunnah-sunnah Nabi saw sebelum, ketika dan selepas tidur.

1. Sebelum dan selepas tidur baca doa tidur. Ramai orang memperlekehkan doa Masnun (doa harian)tapi hakikatnya harga yang Allah swt janjikan adalah syurga.

2. Barang siapa yang membaca Tasbih Fatimah, sekiranya dia mati malam itu,dia akan dikira sebagai mati syahid.

Apa itu Tasbih Fatimah?

Subhanallah 33 X,

Alhamdulillah 33 X,

Allahuakbar 33 X.

3. Baca 4 Qul tiup ke tapak tangan dan sapu keseluruh badan untuk menghindarkan sihir dan niat jahat manusia.

4. Niat untuk bangun Tahajjud. Sekiranya tidak terjaga, Allah swt akan mengira seolah-olah dia bertahajjud sepanjang malam. Tahajjud adalah sebaik-baik pelindung daripada sihir dan buatan orang.

5. Ambil wudhu sebelum tidur dan Solat Sunat Taubat 2 rakaat.

6. Maafkan semua kesalahan manusia pada kita dan halalkan semua hutang piutang sebelum tidur.Bangun tidur boleh buka fail semula kalau mahu.

7. Tidur cara Rasulullah saw dengan mengiring badan ke kanan dan tapak tangan di bawah pipi. Banyak lagi Sunnah Nabi saw yang boleh diamal, semuanya mudah untuk dilakukan. Lebih mudah daripada bersolek atau pakai night cream sebelum tidur.Lebih mudah daripada buat senaman ringan sebelum tidur.

Peringatan : Pesan Nabi saw, dilarang tidur meniarap terutama lelaki. Sekiranya tidur dengan kain pelikat, ikat hujung kain supaya tidak menimbulkan fitnah. Tutup aurat ketika tidur.

Kenapa ya?

Lelaki yang tidur meniarap,dibawahnya Syaitan / Jin Betina.Tidur bogel atau tidak menutup aurat akan menghindarkan Malaikat Rahmat dan mengundang makhluk lain.

Sekiranya bersetubuh tanpa membaca doa,Syaitan/Jin akan bersama-sama menjamah isteri kita. Kemungkinan besar benih yang masuk bercampur dengan benih-benih Syaitan / Jin. Jadi jangan marah kalau anak-anak ikut perangai 'bapa-bapa angkat' mereka ketika kita bersetubuh dulu.


Saturday, December 13, 2008

kaffarat menglanggar sumpah

Kaffarat Melanggar Sumpah

Ustaz Dr. Abdullah Yasin



(سورة المائدة)

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٨٩)


Terjemahan:

(89) Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Maka kaffarat (melanggar) sumpah ialah memberi makan sepuluh orang miskin, iaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumNya agar kamu bersyukur (kepadaNya).

(Al-Maaidah 5:89)



Sebab Turun Ayat:

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir daripada Ibnu Abbas (ra) katanya: Ketika turun ayat 87 Surah Al-Maidah (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas), lalu kaum yang dulunya telah mengharamkan ke atas diri mereka menggauli isteri-isteri mereka dan mengharamkan ke atas diri mereka dari makan daging, mereka bertanya: Ya Rasulallah, apakah yang kami patut lakukan terhadap sumpah-sumpah yang telah kami ucapkan itu? Maka turunlah ayat di atas (Al-Maaidah 5:89).

Tafsiran Ayat:

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah)

Maksudnya: Allah tidak akan menghukum kamu disebabkan sumpah yang kamu ucapkan sedangkan kamu tidak bermaksud bersumpah, seperti kata seseorang yang tidak bermaksud sumpah: Tidak, demi Allah; Memang betul, demi Allah. Kata-kata sumpah yang tidak bermaksud sumpah seperti ini tidak ada hukumannya, iaitu di dunia tidak perlu dikaffarat, dan di akhirat tidak akan disiksa oleh Allah.

tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja

Maksudnya: Tetapi Allah akan menghukum kamu jika sumpah yang kamu ucapkan itu benar-benar dengan maksud sumpah dan kamu bertekad akan melaksanakannya lalu kamu langgar ketetapan sumpah itu,

Aktiviti Jemaah Cochrane



pembarisan hari wilayah persekutuan di stadium cheras 2 feb 2007

Thursday, December 11, 2008

> Sebahagian dari Aktiviti


Progaram atau aktiviti yang di jalankan oleh Jemaah dari terbentuknya Majlis Jemaah Cochrane dulu, kini dan akan datang..

ingin bersama MJC hubunggi 0186612049 ( sms )

ingin bersama  MJC hubunggi 0186612049 ( sms )
Pertubuhan Kebajikan dan Dakwah Islamiah Malaysia